Tidak Tahan Dengan Suara Bising? Bisa Jadi Ciri Hiperakusis

Suara seperti klakson mobil, sirene ambulans, teriakan anak-anak, musik terlalu keras, atau alat konstruksi sangat mengganggu. Namun, Anda juga bisa bertemu orang yang sangat sensitif terhadap suara tertentu. Jika dia mendengar suara tertentu dengan cukup keras, dia akan terlihat sangat marah.

Atau, pernahkah Anda mengalami situasi ini secara pribadi? Tidak bisa menahan suara ternyata bisa menjadi kondisi medis yang serius. Kondisi ini dikenal sebagai hyperacusis.

Orang yang mengalami hyperacusis mungkin akan terlihat sangat tidak nyaman saat mendengar suara kebencian. Lihat informasi di bawah untuk mengetahui semua tentang hyperacussis.

Apa Itu Hiperakusis?

Hyperacusis sebagai gangguan pendengaran yang menyebabkan dirinya sangat sensitif terhadap noise saat pengambilan gambar. Orang yang mengalami hyperacusis akan menerima tingkat suara yang lebih keras dari yang lain. Untuk semua orang yang mengalami hyperakusis, bisa bermacam-macam.

Misalnya, ada orang yang sangat peka terhadap suara tangisan anak-anak tetapi mendapat musik yang sangat keras. Juga ada orang yang tidak pegang alat makannya cling resist tapi tidak repot gergaji suara. Namun, ada juga orang yang terpapar kebisingan tak tertahankan ini, apa sumbernya.

Beberapa orang yang mengalami hyperacusis bahkan merasa tidak nyaman dengan suara kehidupan normal disekitarnya setiap hari. Hiperakusis yang cukup berat mengganggu aktivitas sehari-hari orang yang dari hari ke hari. Hyperacusis adalah kondisi langka di seluruh dunia.

Anda butuh alat bantu dengar? yuk bisa kunjungi link tersebut.

Prevalensinya di setiap 50.000 orang. Namun, situasi ini dapat menyerang siapa saja tanpa pandang bulu. Baik orang dewasa, anak-anak, pria, maupun wanita dapat mengalami hiperakusis. Gangguan pendengaran ini bisa muncul secara tiba-tiba atau lambat.

Apakah Anda Mengidap Hiperakusis?

Gejala dan ciri hyperakusis hampir tidak bisa dibedakan dengan iritasi atau iritasi yang biasanya dirasakan semua orang bila ada gangguan. Jadi, periksa beberapa properti di bawah ini untuk mengetahui apakah Anda hanya marah atau menderita hiperakusis.

  • Rasanya tidak nyaman
  • Marah, gugup, gelisah, gelisah, tegang, dan ketakutan
  • Sakit telinga
  • Jangan sesak di luar angkasa
  • Konsentrasi kesulitan
  • Sensitif atau tidak tahan terhadap suara yang sangat spesifik
  • Insomnia

Penyebab Hiperakusis

Sampai saat ini, belum ada penyebab spesifik dari gangguan pendengaran ini. Namun, jika Anda tidak tahan terhadap suara, mungkin ada penyakit atau kondisi yang menyebabkannya. Berikut ini adalah beberapa faktor yang meningkatkan risiko hiperakusis.

  • Tinnitus atau kesemutan di telinga
  • Kerusakan otak atau telinga, seperti trauma kepala, operasi telinga, prosedur pengangkatan kotoran telinga, infeksi
  • telinga, atau gangguan pendengaran karena kebisingan
  • Lingkungan kerja dengan suara mesin yang sangat keras
  • Stres dan depresi
  • Trauma psikologis pada situasi tertentu, seperti tentara di medan perang dengan suara ledakan atau tembakan
  • Gangguan spektrum autisme (ASD)
  • Sindrom Williams
  • Bell’s palsy atau kelumpuhan otot di sisi wajah
  • Penyakit Meniere atau gangguan telinga bagian dalam
  • Efek samping obat

Apakah kondisi ini bisa disembuhkan?

Pengobatan atau perawatan yang diberikan untuk penderita hyperacusis biasanya berbeda-beda, tergantung dari faktor pemicunya. Pada kasus yang paling umum, gangguan hyperacusis akan hilang setelah penyakit atau kondisi yang menyebabkannya sembuh.

Namun, selama faktor pemicunya belum hilang, hiperakusis hanya bisa dihilangkan karena gejalanya. Dokter Anda mungkin meresepkan obat penenang untuk meredakan kecemasan. Juga disarankan untuk menjalani terapi dengan psikolog, psikiater, atau ahli saraf.

Terapi yang dapat dicoba untuk mengatasi hiperakusis antara lain terapi kognitif dan perilaku (CBT) dan terapi suara dengan alat khusus untuk mengurangi kepekaan terhadap suara yang mengganggu. Anda juga bisa mengajarkan teknik relaksasi untuk mengurangi stres atau ketidaknyamanan saat mendengarkan suara tertentu.

Jika suara yang Anda dengar terlalu mengganggu, Anda dapat menggunakan penyumbat telinga saat berada di tempat umum.

Komplikasi yang ditimbulkan

Dalam kasus tertentu, hyperacusis dapat menyebabkan rasa takut atau benci pada suara, yang juga dikenal sebagai misophonia.

Beberapa orang yang alergi gangguan suara mungkin menjadi takut meninggalkan rumah dan pengunduran diri dari lingkungan sosial. Jika Anda atau seseorang yang dekat dengan Anda mengalami depresi karena hyperacusis, cari bantuan profesional.

You may also like...