Perkembangan media online lintas waktu dan sejarahnya

Sejak internet muncul, media online telah memainkan peran yang semakin meningkat dalam kehidupan kita. Metode yang kita gunakan untuk mengakses dan menggunakan materi online telah berkembang dari waktu ke waktu, seperti halnya instrumen yang kita gunakan untuk melakukannya. Media sosial, media digital, dan e-commerce hanyalah beberapa dari jenis media online yang tersedia saat ini. Evolusi media online dan bagaimana kita memanfaatkannya saat ini harus dipelajari untuk mendapatkan gambaran lengkap tentang sejarahnya.

Pada awalnya, media online hanya terdiri dari dokumen teks sederhana yang dikenal sebagai halaman web. Dokumen-dokumen ini memusatkan informasi dan membuatnya cepat dan mudah untuk didapatkan. Daftar makalah (disebut “bingkai”) yang berisi informasi tentang setiap dokumen disajikan pada awal 1970-an di halaman web pertama.

Pada awal 1980-an, akademisi Stanford University memperkenalkan istilah “hipermedia” kepada masyarakat umum. Media interaktif yang dihasilkan komputer yang dapat dilihat melalui komputer atau perangkat seluler disebut dengan frasa ini. Pada tahun 1985, platform seperti America Online (AOL), yang menyediakan akses ke ruang obrolan, forum, dan layanan lain selain halaman web, mulai menjadi lebih umum di media online.

Munculnya World Wide Web dan standar yang dihasilkannya, seperti HTML (berdasarkan “bahasa markup hypertext”), CSS (Cascading Style Sheets), dan JavaScript, mengubah pengalaman online.

Selama akhir 1990-an dan awal 2000-an, gerakan Web 2.0 dimulai, menghadirkan fitur-fitur interaktif dan augmented reality ke internet. Misalnya, “Web 2.0” mengacu pada inovasi dalam teknologi yang menyempurnakan web, menjadikannya sebagai media komunikasi dan eksplorasi yang lebih efektif. E-commerce, yang memungkinkan penjualan barang dan jasa melalui internet, aplikasi seluler, yang memungkinkan pengguna mengakses web dari berbagai perangkat seluler, dan media sosial semuanya berada di bawah payung komputasi awan (cloud), yang menyediakan pemrosesan data dan kemampuan penyimpanan melalui server jarak jauh.

Konten digital dapat dibuat dan dikonsumsi dengan cara baru dan lebih baik menggunakan Web 2.0. Ini bukan hal baru, meskipun standar itu sendiri telah ada sejak awal 1990-an. Kerumitan standar web awal adalah salah satu kelemahannya. Mereka sulit untuk dipahami oleh pengguna non-teknis. Karena standarnya berasal dari berbagai sumber, mereka tidak selalu cocok satu sama lain.

Sekarang ini begitu banyak media online yang tersedia di seluruh negara yang memberikan informasi kepada para pembacanya tentang berbagai hal menarik. Berita tersebut dapat di akses setiap hari dalam rangkuman berupa berita menarik hari ini atau bahkan secara akumulatif berita menarik minggu ini. Untuk indonesia sendiri, media online seperti GenBerita banyak menyajikan berita-berita seperti itu yang akan memanjakan pembacanya.

You may also like...