Niat Puasa 27 Rajab

Berita Terkait dengan Puasa Rajab | Indozone.id

Bulan Rajab adalah bulan ketujuh dalam kalender Hijriyah atau kalender islam. Bulan ini juga termasuk salah satu dari keempat bulan istimewa terutama peristiwa yang terjadi di dalamnya.

Isra Mi’raj adalah peristiwa penting yang terjadi pada bulan Rajab tepatnya di tanggal 27 Rajab. Peristiwa ini menceritakan perjalanan Nabi Muhammad menuju langit ketujuh (shiratal mustaqim) untuk menerima perintah salat dari Allah SWT.

Amalan pada 27 Rajab

Saat tiba 27 Rajab, seluruh umat islam menyambut peristiwa Isra Mi’raj dengan penuh suka cita. Berbagai amalan mulia dilakukan di mala mini mulai dari dzikir, doa, sholat sunnah hingga puasa 27 rajab.

Umat islam berbondong-bondong untuk mengerjakan amalan tersebut agar dapat memperoleh ridha Allah SWT. Selain itu, untuk diampuni segala dosa-dosa yang pernah diperbuat selama di dunia.

Hukum Berpuasa pada 27 Rajab

Mengenai hukum puasa pada 27 rajab mungkin masih menjadi perdebatan apakah sunnah atau bid’ah. Dilansir dari laman NU Online, hal ini pernah disampaikan oleh Utsman ibn Hakim al-Anshari kepada Said ibn Jubair yang dicatat oleh Imam Muslim dalam kitab shahihnya.

Adapun kutipannya yaitu “Saya bertanya kepada Sa’id ibn Jubair mengenai puasa rajab, beliau menjawab sesuai kisah dari Ibnu Abbas bahwasanya Rasulullah SAW senantiasa melakukan puasa hingga kami berkata nampaknya beliau akan berpuasa seluruh bulan. Namun suatu saat, beliau tidak berpuasa hingga kami berkata, nampaknya beliau tidak akan puasa sebulan penuh.” (HR. Muslim)

Hadis tersebut menerangkan bahwa Rasulullah pernah mengejarkan puasa di bulan tersebut akan tetapi tidak sebulan penuh. Dalam hal ini menunjukkan juga berpuasa di bulan Rajab bukanlah termasuk ke dalam soal bid’ah.

Bahkan imam al-Nawawi dalam Syarah Muslim menyampaikan secara lebih rinci terkait hadis tersebut. Adapun kutipannya yakni “Maksud Sa’id Ibn Jubair beristidlal dengan hadis ini yaitu pada dasarnya Rasulullah SAW tidak melarang untuk melakukan puasa rajab dan tidak pula menyunnahkannya. Namun hukum puasa rajab sama seperti puasa di bulan lain. Tidak terdapat dalil spesifik tentang larangan atau sunnah puasa rajab. Pada hakikatnya, hukum puasa adalah sunnah dalam Sunan Abu Dawud menerangkan bahwa Rasulullah mensunnahkan puasa di bulan haram dan Rajab termasuk dalam salah satu bulan tersebut.”

Dapat kita simpulkan bahwa puasa rajab hukumnya adalah sunnah. Puasa 27 Rajab pun termasuk dalam puasa sunnah. Pada dasarnya, puasa sunnah sangat dianjurkan untuk dilaksanakan untuk memperoleh kemuliaan Allah SWT.

Puasa sunnah ini juga dapat dilakukan kapan saja kecuali pada hari-hari tertentu yang dilarang. Seperti hari raya Idul Fitri, Hari Tasyrik, dan sebagainya.

Niat Puasa 27 Rajab Arab Beserta Latin dan Artinya

Sebenarnya, untuk niat puasa 27 rajab tidak ada bedanya dengan niat puasa sunnah rajab pada umumnya. Adapun niat puasa 27 rajab sebagai berikut:

Ketika membacanya di malam hari

 

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma Rajaba sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya: Aku berniat puasa Rajab, sunnah karena Allah ta‘âlâ.

Bila lupa membaca niat di malam harinya, kita dapat membaca niat di besok pagi harinya. Asalkan, kita benar-benar belum mengonsumsi apapun baik makanan dan minuman yang bisa membatalkan puasa. Berikut ini niat puasa yang dapat dibaca ketika pagi hari sebelum tiba waktu zuhur

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an ada’i syahri rajaba lillahi ta’ala.

Artinya: Saya niat puasa sunnah bulan Rajab hari ini, sunnah karena Allah ta’âlâ.

You may also like...