Menggunakan Terpal Sebagai Alas Meja Garam, Hasil Panen Garam Bersih Dan Meningkat

Petani garam di Desa Lengkong sudah nyaris 90% petani garam sudah memakai geoisolator / geomembran / terpal hitam, perihal ini sebab masyarakat sudah mengetahui dan mengetahui keunggulan geoisolator ini.

Yang pertama hasil meningkat tiap tiap panen, kuwalitas garam bagus, takaran NaCl tinggi, efesien berasal dari faktor pekerjan, harga lebih tinggi, garam warnanya lebih putih dan bersih. Sebelum nya terhadap Tahun 2011 para petani garam belum bisa manerima bantuan, beberapa besar menolak Program berasal dari Dinas Kelautan dan Perikanan,

Hanya tersedia 1 Kelompok Tani garam yg terima Program Geoisolator itu saja baru uji coba. Namun uji cobalah sukses masyarakat banyak yang lihat hasilnya meningkat ,akhirnya banyak petani garam tertarik yang ingin lakukan Program berasal dari DKP itu.

Pada Tahun 2014 sejumlah 360 petani terbagi dalam 36 Kelompok Petani garam Lengkong mengajukan perlindungan Geoisolator ke Dinas Keluatan dan Perikanan Kab Pati dan akhir DKP mengabulkan permintaan perlindungan kelanjutannya mendapatkan 826 rol/ gulung terpal,itu saja tetap tersedia petani yang belum kebagian terpal.

Karen tau keunggulan membawa dampak garam memakai terpal yang tidak kebagian ini bersama usaha sendiri membeli terpal ini biarpung harga terpal terlalu mahal sebab 1 rol/gulung Rp 2.650.000; .Dengan panjang 80m-100m,lebar antara 30-40m . Salah satunya P.Judi yang membeli sendiri dan yang biasa memasang kan sebagai tenaga ahlinya P Darmadi.

You may also like...