Khasiat Anti Kanker Daun Tapak Dara

anti kanker daun tapak dara

Khasiat pengobatan tradisional acapkali berasal dari bahan bahan alami yang mudah Anda dapatkan di sekitar Anda. Seperti halnya pada khasiat anti kanker daun tapak dara. Dari tanaman berbunga ungu yang cantik di halaman rumah, rupanya baik untuk membantu mengatasi kanker. Sebagaimana kami rangkum dari penjelasan deherba.com berikut.

Apa Itu Tanaman Tapak Dara

Tanaman tapak dara atau secara ilmiah disebut sebagai Catharanthus roseus telah lama dipahami secara umum sebagai bahan alami untuk sejumlah ramuan pengobatan tradisional. Tidak hanya pada pengobatan Nusantara, tetapi juga pada sejumlah pengobatan tradisional lain di Asia Tenggara.

Ada banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan dengan mengonsumsi air rebusan dari daun tapak dara. Sebut saja seperti diabetes, batu ginjal, masalah saluran kencing tidak lancar, tekanan darah tinggi, masalah peradangan pencernaan, diare hingga disentri. Kadang juga diolah sebagai terapi panas dalam karena efek astringent di dalamnya.

Tanaman tapak dara juga memiliki unsur fitokimia yang baik sebagai antibiotik alami, sebagai anti fungal dan anti viral. Memberi efek purgatif atau memperlancar pencernaan sehingga baik pula untuk membantu meredakan keluhan sembelit.

Terdapat pula komponen nootropic yang baik untuk merawat kesehatan sistem saraf pusat dan saraf tepi. Dapat bekerja sebagai diuretik dan anti koagulan (anti perdarahan). Dalam kondisi tertentu juga bekerja sebagai anti spastik sehingga dapat dikonsumsi sebagai terapi nyeri haid.

Dan ternyata daun tapak dara memiliki khasiat anti kanker. Efek anti kanker daun tapak darah salah satunya telah dijelaskan dalam review tahun 2018, Open access peer-reviewed chapter. Dari review ini diungkap, rahasia utama dari efek anti kanker daun tapak darah terletak pada 120 jenis alkaloid yang terkandung di dalamnya.

Khasiat Anti Kanker Daun Tapak Dara

Sebagaimana sudah dijelaskan, tanaman tapak dara memiliki sederet kandungan alkaloid yang terbukti klinis efektif sebagai anti kanker. Unsur anti kanker daun tapak dara terutama terdapat pada komponen alkaloid seperti limonene, vincristine, vindesine, vinflunine, vinblastine, vinorelbine dan doxorubicin.

Unsur alkaloid ini bekerja untuk mengendalikan kondisi asam dari tubuh. Sementara semakin basa tubuh seseorang, semakin berat untuk sel kanker berkembang. Selain aspek itu, alkaloid juga terbukti memiliki sifat sitotoksin yang akan efektif mencegah terbentuknya kanker.

Justru alkaloid akan membantu mempercepat proses regenerasi sel. Ini akan memberi efek positif dalam mencegah terjadinya kanker. Karena kebanyakan kasus kanker terjadi akibat efek oksidasi dan kerusakan sel yang tidak diimbangi dengan regenerasi sel yang cepat.

Efek sitotoksin sendiri juga bisa diandalkan untuk melemahkan nukleus sel kanker. Membantu melemahkan pertahanan sel kanker dan menurunkan intensitas pertumbuhan sel kanker.

Hingga dapat membantu mencegah terjadinya mitosis sel kanker. Mitosis sel sendiri dapat diterjemahkan sebagai duplikasi sel. Pada sel kanker proses pembelahan diri dan mitosis sel dapat terjadi lebih masif. Ini disebut sebagai proliferasi. Ini yang menyebabkan sel kanker dengan cepat berkembang menjadi massa kanker.

Anda akan menemukan unsur anti kanker dari daun tapak dara yang efektif sebagai anti proliferasi. Tidak hanya itu, mengonsumsi air rebusan daun tapak dara juga akan bekerja sebagai anti angiogenesis. Angiogenesis sendiri adalah kemampuan sel kanker membentuk jaringan pembuluh darah sendiri untuk mempercepat suplai nutrisi menuju nukleus sel kanker.

Terapi anti kanker dengan daun tapak dara juga dalam sejumlah pandangan dianggap baik dilakukan sebagai pendamping terapi medis seperti kemoterapi dan radioterapi. Ini karena dalam daun tapak dara terdapat elemen nootropik yang akan merawat sistem saraf. Pada banyak kasus, terapi medis akan memberi efek negatif pada sistem saraf tepi.

You may also like...