Kabupaten Pati Siap Launching 25 Desa Wisata Sekaligus

Kabupaten Pati Siap Launching 25 Desa Wisata Sekaligus

Dikutip dari Lingkarjateng.id Berita Pati Hari Ini, Sebanyak 8 kecamatan di Kabupaten Pati mengikuti penilaian desa wisata yang dilakukan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati, yakni Kecamatan Gembong, Tayu, Gunungwungkal, Trangkil, Wedarijaksa, Juwana, Tambakromo, dan Sukolilo. Penilaian desa wisata berlangsung selama kurang lebih satu minggu dari tanggal 23 – 31 Maret 2022.

Menurut Anggota DPRD Pati, Sukarno, dengan didorongnya suatu desa menjadi desa wisata akan mampu meningkatkan perekonomian warga desa. Karena itu pihaknya sangat mendukung jika desa-desa yang memiliki potensi wisata didorong menjadi desa wisata.

“Saya sangat mendukung adanya penilaian desa wisata oleh Dinporapar ini. Harapan ke depannya jelas untuk menggerakkan perekonomian masyarakat secara nyata,” ujarnya anggota DPRD Pati dari partai Golkar ini.

Dirinya menambahkan, dengan dijadikannya suatu desa menjadi desa wisata akan mampu mengundang wisatawan untuk hadir. Kemudian hal itu juga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk membuka atau mendirikan warung-warung kecil yang tentu mendorong UMKM tingkat desa.

“Otomatis nanti kalau ada pengunjung datang, masyarakat bisa membuka warung-warung kecil. Baik itu pelaku UMKM maupun pengusaha kecil lainnya dapat kebagian rezeki dengan adanya desa wisata ini,” tambahnya.

Ia pun berharap, pihak desa mempersiapkan sebaik mungkin untuk menjadi desa wisata. Dengan begitu akan banyak wisatawan yang berkunjung dan mendongkrak perekonomian warga. begitulah statement dari anggota dewan perwakilan rakyat kabupaten pati dalam segmen Berita DPRD Pati di web lingkarjateng.id

Dilangsir dari lingkarjateng.id dilain kesempatan Untuk mendorong perkembangan desa wisata yang ada di Bumi Mina Tani, pada tahun depan rencananya Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati akan menambah 25 desa wisata yang tersebar di seluruh penjuru Kabupaten Pati. Pihaknya pun telah melakukan sosialisasi terkait pembentukan desa wisata ini.

Untuk mendukung rencana tersebut, Dinporapar Pati melakukan pertemuan mitra dengan pengelola dan pelaku pariwisata di kawasan wisata Pesona Gunungsari Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu, Sabtu (21/11). Sejumlah rencana yang dilakukan meliputi resik-resik tempat wisata, pembagian masker dan fasilitas kebersihan seperti tempat sampah. 

Kepala Dinporapar Pati Rekso Suhartono Kepala mengatakan, saat ini pihaknya masih terbatas anggaran sehingga baru bersifat sosialiasi. “Karena terbatasnya anggaran kita masih bersifat sosialisasi. Ke depan desa punya dana desa bisa dianggarkan dari dana desa. Atau bersama-sama mengajukan dari aspirasi dewan, atau bantuan keuangan provinsi atau kementerian,” ujarnya. 

Lebih lanjut Rekso mengatakan, pihaknya akan me-launching 25 desa wisata yang telah dicanangkan secara serentak. Rencananya akan dilakukan pada pertengahan tahun depan.  

Sementara itu, Kepala Desa Gunungsari Sudadi mengungkapkan kegembiraannya terkait rencana pembukaan desa wisata di tempatnya. Ia berharap hadirnya desa wisata mampu memberikan dampak ekonomi kepada warga sekitar.

 

“Sangat berterima kasih dengan adanya acara ini. Mudah-mudahan desa kita, yang dicanangkan sebagai desa wisata bisa memberi income dan efeknya tadi bisa berdampak pada ekonomi masyarakat semakin tumbuh. Karena sejak 2017 dulu perbulannya mencapai 2.000 lebih pengunjung. Walaupun pandemi ditutup, pengunjung masih banyak, tapi ini bebas biaya masuk,” ungkapnya. 

(Lingkar Network | Arif Febriyanto – Lingkarjateng.id)

You may also like...