Cara Beli Rumah Murah di Developer Agar Tidak Tertipu

Kasus penipuan developer nakal kian marak terjadi, jika begini maka yang paling dirugikan adalah konsumen. Impian untuk memilki hunian akhirnya pupus dikecewakan pengembang bodong.

Bagaimanapun terhitung membeli tempat tinggal bukan perkara sederhana, apalagi jumlah duwit yang dikeluarkan tidak sedikit, supaya memang dibutuhkan kehati-hatian, karena itu pahami dengan baik sistem dan keputusan selagi membeli tempat tinggal tidak mahal di developer. Simak tips berikut ini:

1. Teliti reputasi developer

Cara enteng untuk mengukur reputasi developer dengan memeriksa kelengkapan ijin yang dimiliki developer, antara lain:
Adanya ijin peruntukan tanah yang terdiri dari ijin lokasi, faktor penatagunaan lahan, Site Plan yang sudah disahkan, SIPPT (Surat Ijin Penunjukkan Penggunaan Tanah), nomer sertifikat tanah, surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB),

Surat Ijin Penggunaan Bangunan (IPB).
Prasarana diamati sudah ada atau belum
Kondisi tanah siap bangun
Sertifikat tanah sedikitnya SHGB atau HGB (Hak Guna Bangun) Induk atas nama developer
IMB Induk

 

2. Jangan bayar DP sebelum akan KPR disetujui

Tidak ada jaminan bank pasti menyetujui pengajuan KPR meskipun developer sudah bekerja serupa dengan bank tersebut, karena yang paling diperhatikan Bank adalah kapabilitas keuangan pemohon sebagai kastemer untuk melunasi cicilan.

Maka jika KPR belum disetuji, baiknya jangan mengimbuhkan Down Payment (DP) terutama dahulu, karena jika menghendaki duwit dikembalikan umumnya tidak dapat enteng dan rumit apalagi bisa ada potongan dari keseluruhan duwit yang sudah diberikan.

3. Resiko tempat tinggal tidak menjadi tepat waktu

Ada 3 risiko yang bisa saja berlangsung selagi membeli rumah Pik 2 di developer nakal, seperti tempat tinggal tidak menjadi padahal pembayaran sudah lunas, tempat tinggal terlambat menjadi atau tidak cocok target waktu, sampai tempat tinggal jadi, tetapi spesifikasinya tidak cocok standar atau buruk.

Mengingat sejumlah risiko tersebut, Anda sebagai kastemer harus mempelajari kewajiban pengembang yang umumnya sudah diatur secara jelas didalam perjanjian jual beli guna jauhi terjadinya wanprestasi.

Jadi sebelum akan di tandatangani berita acara serah menerima rumah, periksa dengan detail bahwa tempat tinggal yang dapat Anda menerima cocok dengan apa yang diatur didalam perjanjian pengikatan jual beli (PPJB).

4. Jangan laksanakan transaksi jual beli tempat tinggal bawah tangan

Apabila tempat tinggal yang dapat dibeli tetap didalam status dijaminkan di bank, lakukanlah pengalihan kredit pada Bank yang terkait dan dibikin akte jual beli di hadapan notaris.

Jangan sekali-kali laksanakan transaksi pengalihan kredit “di bawah tangan”, bermakna atas basic kepercayaan saja dan tanda buktinya hanya berbentuk kwitansi biasa, karena bank tidak mengakui transaksi yang seperti ini.

You may also like...