Bentuk Koperasi

Berdasarkan undang-undang koperasi, koperasi dapat berupa koperasi primer atau koperasi sekunder.

Rumah Koperasi adalah semua koperasi yang didirikan dan beranggotakan satu orang. Sedangkan koperasi sekunder adalah koperasi yang didirikan dan beranggotakan badan hukum koperasi, badan hukum koperasi primer, atau badan hukum koperasi sekunder.

Yuk dapatkan software koperasi pada tautan tersebut, selain itu juga tersedia aplikasi koperasi yang bisa kamu nikmati, silahkan bisa di klik.

Pembentukan koperasi sekunder harus didasarkan pada kesamaan kepentingan dan sasaran efisiensi usaha untuk koperasi yang sama atau berbagai jenis dan tingkatan yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi primer. Dengan demikian, pendirian koperasi sekunder hendaknya bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas serta mengembangkan kantor induk koperasi yang kokoh dan menjalankan fungsinya, sehingga pokoke dibentuknya koperasi sekunder sebagai anak perusahaan utama koperasi.

Koperasi Sekunder dapat didirikan tidak hanya dengan koperasi yang sama, tetapi dapat pula didirikan dengan koperasi yang bermacam-macam jenisnya karena terdapat kepentingan dalam kegiatan ekonomi atau kebutuhan yang sama, kegiatan atau kebutuhan yang serupa dapat dilakukan dengan lebih efisien jika diselenggarakan dengan koperasi sekunder pada skala kekuatan yang lebih besar.

Klasifikasi koperasi diatur dalam Pasal 16 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, yang menyatakan bahwa jenis koperasi didasarkan pada kegiatan dan kepentingan ekonomi anggotanya. Oleh karena itu, sebelum membentuk koperasi, perlu dijelaskan keanggotaan dan kegiatan usahanya secara jelas. Dasar penentuan jenis koperasi adalah kesamaan kegiatan, kepentingan dan kebutuhan ekonomi anggotanya.

Dalam prakteknya terdapat koperasi yang menjalankan lebih dari satu fungsi yang disebut dengan koperasi multiguna (Multi Purpose Cooperatives). Misalnya Koperasi Pertanian yang beranggotakan petani, yang usahanya meliputi pengadaan sarana pertanian, pemasaran hasil pertanian, pengadaan pupuk dan obat-obatan, pengadaan barang konsumsi, dll. Koperasi harus mendefinisikan bisnis inti (core business). Jika suatu usaha besar cenderung memasarkan hasil pertanian, maka koperasi tersebut adalah Koperasi Pemasaran.

Juga koperasi yang dibentuk oleh kelompok, seperti; PNS, ABRI, pegawai, perkumpulan masyarakat yang menawarkan pinjaman usaha, toko, fotocopy, jasa kebersihan, peralatan kantor, dll, dan anggota pengurus harus menentukan bisnis utamanya.

Khusus tentang Koperasi Simpan Pinjam sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1995 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam Oleh Koperasi, pasal 1 angka 2 menyebutkan bahwa Koperasi Simpan Pinjam adalah koperasi yang kegiatannya hanya simpan pinjam atau usaha tunggal atau tunggal. bisnis (Koperasi Tujuan Tunggal).

Dari berbagai jenis koperasi, tujuan utama usahanya adalah untuk memenuhi kebutuhan ekonomi anggotanya, sehingga anggota koperasi harus terlibat aktif dalam kegiatan koperasi. Namun, selama tidak merugikan kepentingan anggota, seperti; Kebutuhan ekonomi anggota telah terpenuhi, koperasi juga dapat memberikan pelayanan kepada non anggota sesuai dengan jenis kegiatan usahanya, dengan tujuan agar non anggota menjadi anggota koperasi, tentunya yang bersangkutan bukan anggota, harus ada menjadi perbedaan layanan.

You may also like...